LATAR BELAKANG

Hiruk pikuk kota dan pengalaman ruang pada ruang publik akan memengaruhi sensor indrawi manusia dimana akan memicu suatu rangsangan kepada otak. Hasil rangsangan yang baik ataupun tidak, mampu berdampak dengan keseharian kita. Dampak rangsangan tersebut terluap menjadi sebuah emosi. Senang, marah, sedih, penat, apapun itu yang kita rasakan.

Bagaimana dengan pengalaman Anda?
atau kondisi sekitar Anda?

apakah hadirnya sebuah ruang publik di tengah kehiruk-pikukan kota belum bisa mengubah emosi penggunanya menjadi lebih baik? Jika tidak, apakah seharusnya ruang tersebut memunculkan konsep placemaking? karena sejatinya untuk memunculkan emosi positif, manusia sebagai makhluk sosial akan melakukan aktivitas dimana mereka dapat berinteraksi ataupun dapat menjadi dirinya sendiri, atau hal ini memang dikarenakan kondisi manusia modern yang bersikap individualis atau acuh tak acuh terhadap sekitarnya?

Juri

Agung Dwiyanto

Ketua Kehormatan IAI Jawa Tengah

Sri Harturi W

Akademisi

Baskoro Tedjo

Principal Architect Hepta Desain

Resza Riskiyanto

Akademisi

Stephanie Larassati

Principal Architect AT-LARS